Download

Andre Subono

Adrie Subono dia selalu dikaitkan dengan konser artis asing di Indonesia. Andre adalah promotor sukses di balik konser-konser penyanyi asing yang tampil di Indonesia.

Ayam Laut

Papan nama warung lesehan di jalan Kalimantan 160 Gresik Kota Baru (GKB) Gresik ini memang rada membingungkan yang baca. Tulisannya pun mencolok "Ikan Bakar Ayam Laut".

Salingsapa.com

Makin banyak saja pilihan situs jejaring sosial di dunia maya, baik yang dibikin orang luar negeri maupun yang bikinan dalam negeri. Saya ingin memperkenalkan satu situs jejaring sosial yang bikinan anak bansa, namun punya fitur agak beda dari biasanya, namanya salingsapa.com. .

Opak Telo

Industri kuliner kreatif makin bervariasi. kali ini saya tertarik dengan telo yang dibikin menjadi opak. Namanya Opak Telo ungu.

Kecap Nasional

Tekad kuat mengantarkan Anton Tanuwidjaya menjadi juragan kecap. Di bawah merek Kecap Nasional, bisnisnya bertahan hingga lebih dari tiga dasawarsa dan mampu bersaing dengan pemain besar lain. Omzetnya sampai Rp 40 miliar sebulan.

Jumat, 02 September 2011

Andre Subono

Dalam kolom Hero To Zero kali ini kita tampilkan profil promotor musik sukses Indonesia. Siapa yang tidak kenal nama satu ini, Adrie Subono dia selalu dikaitkan dengan konser artis asing di Indonesia. Andre adalah promotor sukses di balik konser-konser penyanyi asing yang tampil di Indonesia.


Adrie Subono lahir pada tanggal 11 Januari 1954. Nama lengkapnya adalah Andrie Nurmianto Subono. Ayah dari tiga anak ini selalu ingin memberikan kepuasan kepada para penonton konser. Ia mempunyai misi agar orang bisa menonton idola mereka secara langsung, bukan sekedar di televisi.

Adrie Subono menggeluti bisnis konser karena kecintaannya terhadap konser musik saat tinggal di Jerman. Selama tinggal di Jerman, ia sering menyaksikan konser-konser musik penyanyi kelas dunia. Namun, semenjak kembali ke Indonesia, ia tak lagi bisa menikmati konser musik dengan mudah. Jika liburan atau ada dinas ke luar negeri, baru ia bisa merasakan kenikmatan menonton konser musik.

Adrie mengawali semua kesuksesannya hanya bermodalkan kenekatan. Adrie yang tak tamat SMA ini belajar jadi promotor dengan modal kesenangannya melihat konser musik. Ia menganggap bisnis ini tak ada matinya karena meski artis silih berganti, mereka semua pasti butuh promotor untuk menggelar pertunjukannya.

Pada tahun 1994 seorang teman mengajaknya bergabung dalam pergelaran konser Saigon Kick. Kesempatan itu ia ambil tanpa pikir lama. Namun, konser perdana yang ditangganinya ini tidak berjalan mulus.

Melalui PT Java Musikindo yang didirikannya, ia menggelar konser Saigon Kick di tahun 1994. Konser perdana ini menjadi pelajaran pahit baginya karena tidak seluruh tiket terjual, hanya terjual setengah. Izin keramaian dari polisi pun baru didapat setelah lagi pertama dimainkan. Menurutnya, kegagalan di konser perdana menjadi pelajaran yang bernilai mahal karea dari hal tersebut ia banyak belajar walau ongkosnya tidak sedikit.

Ia mendatangkan Supergroove untuk konser keduanya yang di pentaskan di M-Club, kawasan Blok M, Jakarta. Dari konser kedua ini, ia belajar bahwa pemilihan tempat manggung artis menjadi salah satu komponen yang juga harus diperhatikan untuk mendatangkan masa. Jadwal pemilihan waktu acara juga sempat menjadi pelajaran pahit yang didapatnya. Kala itu, ia sempat mengadakan acara di musim ulangan umum. Padahal, acara yang digagas tergolong besar, yakni Jakarta Pop Alternative Festivals. Bahkan, tiga artis ternama didatangkan sekaligus. Hasilnya, penjualan tiket pun jeblog.

Urusan menangani artis juga butuh pembelajaran yang sangat pelik. Kadang, ada saja artis yang minta macam-macam dan aneh-aneh. Soal nego harga juga lain lagi. Itu semua bisa ia lakukan karena pengalaman dari belajar menangani satu konser ke konser yang lain.

Pembelajaran lain yang diperolehnya yaitu mengenai membatasi jumlah penonton untuk meningkatkan kenyamanan, menangani penonton yang pingsan, hingga membuat barikade keamanan berlapis. Hal itu merupakan pelajaran berharga yang membuatnya sukses hingga kini.

Sejak itulah Adrie Subono mulai terangkat dan ia berani meninggalkan dunia perkapalan yang sudah ditekuninya selama 25 tahun, untuk terjun total menjadi promotor musik tanah air. Tahun 1994, profesi sebagai promotor merupakan sebuah peluang bisnis yang menguntungkan menurutnya, karena masih langka.

Sabtu, 28 Mei 2011

Sepeda Ontel Bertenaga Surya

Upaya penghematan energi berbahan baku fosil banyak dilakukan oleh masyarat, tak terkecuali Bahar Rozikin warga Sekarkurung kecamatan Kebomas Gresik. Lelaki berprofesi sebagai tukang servis Dinamo ini menyulap sepeda Ontelnya menjadi sepeda ontel bertenaga surya.

Kerisauan hati Bahar Rozikin terhadap nasip anak-anaknya akan kelangkaan bahan bakar berbahan baku fosil mengilhami dirinya untuk membuat sepeda ontel bertenaga surya. Pria dengan dua anak ini memang suka bereksperimen, terutama dengan energi terbarukan seperti solar cell. Rumah Rozikin sendiri kini untuk suplai listriknya sudah mengandalkan tenaga surya.

“kami ingin memberi pelajaran berarti kepada anak saya perlunya inovasi energi, untuk itu kami mulai dari rumah,” Ujar Rozikin yang lulusan F- MIPA ITS ini. Rumah Rozikin sendiri suplai energinya 50% mengandalkan solar Cell.

Rozikin mengawali pembuatan sepeda tenaga surnyanya dengan merombak sepeda ontel mini yang biasa dipakai istrinya untuk berbelanja. “sepada milik istri hanya kami ambil rangkanya, kemudian saya modifikasi dengan menambahkan penopang di belakang untuk tiga roda lainnya,” jelas Rozikin.

Sepeda Solar Cell bikinan rozikin mempunyai empat roda, satu di depan dan lainnya di belakang.

Untuk menciptakan sepeda ontel tenaga surya ini Rozikin menanamkan dua Solar Cell di atas sepeda yang nantinya juga sebagai atap sepeda. Kedua Solar Cell ini masing – masing berukuran 45 X 90 Cm dan keduanya mampu menghasilkan energi 100 W 12 Volt DC.

Sistem kerja sepeda ontel bertenaga surya ini sederhana, Solar Cell yang juga dijadikan atap ini menerima energi dari sinar matahari kemudian energi disimpan di tiga baterei (accu) masing – masing 35 Ah sebanyak dua buah dan 12 Ah satu buah. Masing – masing battery berkekuatan 12 Volt DC.

Setelah battery penuh maka energi yang tersimpan akan digunakan sebagai penggerak motor DC yang diletakkan di roda tengah bagian belakang.

Yang menarik sepeda bikinan Bahar ini adalah, adanya dua tuas yang mampu dijadikan merubah kecepatan sepeda. Sepeda bertenaga Surya ini mampu melaju dengan kecepatan 25Km/jam dan baterainya mampu bertahan hingga pada jarak 30 Km per hari.

Untuk mewujudkan idenga ini Rozikin harus merogoh koceknya lebih dari 10 juta rupiah dengan pengerjaan selama 3 bulan. Sepeda milik Rozikin ini rencananya akan dibikin secara masal dengan penyempurna-an pada desain sepeda yang lebih ergonomis. (sutikhon)

Rabu, 06 April 2011

Kecap Nasional Bermodal Awal 3 Ribu Rupiah

Tekad kuat mengantarkan Anton Tanuwidjaya menjadi juragan kecap. Di bawah merek Kecap Nasional, bisnisnya bertahan hingga lebih dari tiga dasawarsa dan mampu bersaing dengan pemain besar lain. Omzetnya sampai Rp 40 miliar sebulan.

Inovasi Kuliner : Opak Telo

Industri kuliner kreatif makin bervariasi. kali ini saya tertarik dengan  telo yang dibikin menjadi opak. Namanya Opak Telo ungu.

Minggu, 27 Maret 2011

Salingsapa: Jejaring Sosial beraroma Surga

Makin banyak saja pilihan situs jejaring sosial di dunia maya, baik yang dibikin orang luar negeri maupun yang bikinan dalam negeri. Saya ingin memperkenalkan satu situs jejaring sosial yang bikinan anak bansa, namun punya fitur agak beda dari biasanya, namanya salingsapa.com.