<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8225834574549921184</id><updated>2012-02-16T16:53:22.184+07:00</updated><category term='inovasi'/><category term='ide gila'/><category term='zero'/><category term='hero to zero'/><title type='text'>kotak Ide @ Spirit Of Entrepreneur</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://www.kotakide.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8225834574549921184/posts/default'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kotakide.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>kotak ide</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00897328188652662212</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>9</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8225834574549921184.post-491834094117610375</id><published>2011-09-02T21:23:00.001+07:00</published><updated>2011-09-02T21:42:57.273+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hero to zero'/><title type='text'>Andre Subono</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-yP7sPZdeu0o/TmDmbnFAH3I/AAAAAAAAABY/40y0KJIhUMg/s1600/adri_subono.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-yP7sPZdeu0o/TmDmbnFAH3I/AAAAAAAAABY/40y0KJIhUMg/s1600/adri_subono.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Dalam kolom &lt;a href="http://www.kotakide.com/search/label/hero%20to%20zero"&gt;&lt;b&gt;Hero To Zero&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; kali ini kita tampilkan profil promotor musik sukses Indonesia. Siapa yang tidak kenal nama satu ini, &lt;b&gt;Adrie Subono&lt;/b&gt; dia selalu dikaitkan  dengan konser artis asing di Indonesia. Andre adalah promotor sukses di  balik konser-konser penyanyi asing yang tampil di Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adrie Subono lahir pada tanggal 11  Januari 1954. Nama lengkapnya adalah Andrie Nurmianto Subono. Ayah dari  tiga anak ini selalu ingin memberikan kepuasan kepada para penonton  konser. Ia mempunyai misi agar orang bisa menonton idola mereka secara  langsung, bukan sekedar di televisi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adrie Subono menggeluti bisnis  konser karena kecintaannya terhadap konser musik saat tinggal di  Jerman. Selama tinggal di Jerman, ia sering menyaksikan konser-konser  musik penyanyi kelas dunia. Namun, semenjak kembali ke Indonesia, ia tak  lagi bisa menikmati konser musik dengan mudah. Jika liburan atau ada  dinas ke luar negeri, baru ia bisa merasakan kenikmatan menonton konser  musik.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adrie mengawali semua kesuksesannya  hanya bermodalkan kenekatan. Adrie yang tak tamat SMA ini belajar jadi  promotor dengan modal kesenangannya melihat konser musik. Ia menganggap  bisnis ini tak ada matinya karena meski artis silih berganti, mereka  semua pasti butuh promotor untuk menggelar pertunjukannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada tahun 1994 seorang teman  mengajaknya bergabung dalam pergelaran konser Saigon Kick. Kesempatan  itu ia ambil tanpa pikir lama. Namun, konser perdana yang ditangganinya  ini tidak berjalan mulus.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Melalui PT Java Musikindo yang  didirikannya, ia menggelar konser Saigon Kick di tahun 1994. Konser  perdana ini menjadi pelajaran pahit baginya karena tidak seluruh tiket  terjual, hanya terjual setengah. Izin keramaian dari polisi pun baru  didapat setelah lagi pertama dimainkan. Menurutnya, kegagalan di konser  perdana menjadi pelajaran yang bernilai mahal karea dari hal tersebut ia  banyak belajar walau ongkosnya tidak sedikit.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ia mendatangkan Supergroove untuk konser  keduanya yang di pentaskan di M-Club, kawasan Blok M, Jakarta. Dari  konser kedua ini, ia belajar bahwa pemilihan tempat manggung artis  menjadi salah satu komponen yang juga harus diperhatikan untuk  mendatangkan masa. Jadwal pemilihan waktu acara juga sempat menjadi  pelajaran pahit yang didapatnya. Kala itu, ia sempat mengadakan acara di  musim ulangan umum. Padahal, acara yang digagas tergolong besar, yakni  Jakarta Pop Alternative Festivals. Bahkan, tiga artis ternama  didatangkan sekaligus. Hasilnya, penjualan tiket pun jeblog.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Urusan menangani artis juga butuh  pembelajaran yang sangat pelik. Kadang, ada saja artis yang minta  macam-macam dan aneh-aneh. Soal nego harga juga lain lagi. Itu semua  bisa ia lakukan karena pengalaman dari belajar menangani satu konser ke  konser yang lain.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pembelajaran lain yang diperolehnya  yaitu mengenai membatasi jumlah penonton untuk meningkatkan kenyamanan,  menangani penonton yang pingsan, hingga membuat barikade keamanan  berlapis. Hal itu merupakan pelajaran berharga yang membuatnya sukses  hingga kini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sejak itulah Adrie Subono mulai  terangkat dan ia berani meninggalkan dunia perkapalan yang sudah  ditekuninya selama 25 tahun, untuk terjun total menjadi promotor musik  tanah air. Tahun 1994, profesi sebagai promotor merupakan sebuah peluang  bisnis yang menguntungkan menurutnya, karena masih langka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8225834574549921184-491834094117610375?l=www.kotakide.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kotakide.com/feeds/491834094117610375/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kotakide.com/2011/09/andre-subono.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8225834574549921184/posts/default/491834094117610375'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8225834574549921184/posts/default/491834094117610375'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kotakide.com/2011/09/andre-subono.html' title='Andre Subono'/><author><name>kotak ide</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00897328188652662212</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-yP7sPZdeu0o/TmDmbnFAH3I/AAAAAAAAABY/40y0KJIhUMg/s72-c/adri_subono.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8225834574549921184.post-345718447908709945</id><published>2011-05-28T12:22:00.000+07:00</published><updated>2011-05-28T12:22:13.329+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ide gila'/><title type='text'>Sepeda Ontel Bertenaga Surya</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-7ywjg-whBcA/TeCFEXQJV4I/AAAAAAAAAvM/9mtw8icpx2I/s1600/sepeda+surya_kecil.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-7ywjg-whBcA/TeCFEXQJV4I/AAAAAAAAAvM/9mtw8icpx2I/s320/sepeda+surya_kecil.JPG" width="240" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Upaya penghematan energi  berbahan baku fosil banyak dilakukan oleh  masyarat, tak terkecuali Bahar Rozikin warga Sekarkurung kecamatan  Kebomas Gresik. Lelaki berprofesi sebagai  tukang servis Dinamo ini  menyulap sepeda Ontelnya menjadi sepeda ontel bertenaga surya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerisauan hati Bahar Rozikin terhadap nasip  anak-anaknya akan kelangkaan bahan bakar berbahan baku fosil mengilhami  dirinya untuk membuat sepeda ontel bertenaga surya. Pria dengan dua anak  ini memang suka bereksperimen, terutama dengan energi terbarukan  seperti solar cell. Rumah Rozikin sendiri kini untuk suplai listriknya  sudah mengandalkan tenaga surya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“kami ingin memberi pelajaran berarti kepada anak saya perlunya inovasi  energi, untuk itu kami mulai dari rumah,” Ujar Rozikin yang lulusan F-  MIPA ITS ini. Rumah Rozikin sendiri suplai energinya 50% mengandalkan  solar Cell.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rozikin mengawali pembuatan sepeda tenaga surnyanya dengan merombak  sepeda  ontel mini yang biasa dipakai istrinya untuk berbelanja. “sepada  milik istri hanya kami ambil rangkanya, kemudian saya modifikasi dengan  menambahkan penopang di belakang untuk tiga roda lainnya,” jelas  Rozikin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepeda Solar Cell bikinan rozikin mempunyai empat roda, satu di depan  dan lainnya di belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menciptakan sepeda ontel tenaga surya ini Rozikin menanamkan dua  Solar Cell di atas sepeda yang nantinya juga sebagai atap sepeda. Kedua  Solar Cell ini masing – masing berukuran 45 X 90 Cm dan keduanya mampu  menghasilkan energi 100 W 12 Volt DC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem kerja sepeda ontel bertenaga surya ini sederhana, Solar Cell yang  juga dijadikan atap ini menerima energi dari sinar matahari  kemudian  energi disimpan di tiga baterei (accu) masing – masing 35 Ah sebanyak  dua buah dan 12 Ah satu buah. Masing – masing battery berkekuatan 12  Volt DC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah battery penuh  maka energi yang tersimpan akan digunakan sebagai  penggerak motor DC yang diletakkan di roda tengah bagian belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menarik sepeda bikinan Bahar ini adalah, adanya dua tuas yang mampu  dijadikan merubah kecepatan sepeda. Sepeda bertenaga  Surya ini mampu  melaju dengan kecepatan 25Km/jam dan baterainya mampu bertahan hingga  pada  jarak 30 Km per hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mewujudkan idenga ini Rozikin harus merogoh koceknya lebih dari 10  juta rupiah dengan pengerjaan selama 3 bulan. Sepeda milik Rozikin ini  rencananya akan dibikin secara masal dengan penyempurna-an pada desain  sepeda yang lebih ergonomis. (sutikhon)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8225834574549921184-345718447908709945?l=www.kotakide.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kotakide.com/feeds/345718447908709945/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kotakide.com/2011/05/sepeda-ontel-bertenaga-surya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8225834574549921184/posts/default/345718447908709945'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8225834574549921184/posts/default/345718447908709945'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kotakide.com/2011/05/sepeda-ontel-bertenaga-surya.html' title='Sepeda Ontel Bertenaga Surya'/><author><name>Gresik Images</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14668073729527131776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-7ywjg-whBcA/TeCFEXQJV4I/AAAAAAAAAvM/9mtw8icpx2I/s72-c/sepeda+surya_kecil.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8225834574549921184.post-3613417231484929775</id><published>2011-04-06T18:53:00.000+07:00</published><updated>2011-04-06T18:53:15.903+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hero to zero'/><title type='text'>Kecap Nasional Bermodal Awal 3 Ribu Rupiah</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-DC0W9wJJ__E/TZxTYMk5WYI/AAAAAAAAABM/mlF9CqPF5Lo/s1600/kecap+nasional.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-DC0W9wJJ__E/TZxTYMk5WYI/AAAAAAAAABM/mlF9CqPF5Lo/s320/kecap+nasional.jpg" width="278" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Tekad kuat mengantarkan Anton Tanuwidjaya menjadi juragan kecap. Di  bawah merek Kecap Nasional, bisnisnya bertahan hingga  lebih dari tiga  dasawarsa dan mampu bersaing dengan pemain besar lain. Omzetnya sampai  Rp 40 miliar sebulan.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sering makan bakso atau mi ayam di pinggir  jalan? Anda pasti sangat familier dengan Kecap Nasional. Merek kecap ini  memang lebih banyak dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan hotel,  restoran, dan katering (horeka) yang porsinya sampai 80% dari total  distribusi Kecap Nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecap Nasional adalah merek lokal yang  diproduksi di bawah bendera PD Sari Sedap Indonesia, perusahaan yang  kantor pusatnya di Bekasi, Jawa Barat. Selain Nasional, Sari Sedap juga  memproduksi dua merek lain, yakni Masa dan Cabe Gunung. Produknya bukan  hanya kecap, ada juga saus dan sirop. Namun, kecap, khususnya Kecap  Nasional menjadi andalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-pLELf5x0Uu0/TZxTk-i1zEI/AAAAAAAAABQ/Q6pcnDFecok/s1600/anton.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://3.bp.blogspot.com/-pLELf5x0Uu0/TZxTk-i1zEI/AAAAAAAAABQ/Q6pcnDFecok/s200/anton.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;Menurut pemilik Sari Sedap, Anton  Tanuwidjaya, dari sisi volume penjualan, saus justru menempati porsi  65%-70% dari total produksi Sari Sedap. Namun, lantaran harga saus lebih  murah ketimbang kecap, kontribusi pendapatan dua produk ini relatif  sama. “Omzet per bulan Rp 30 miliar–Rp 40 miliar,” ujar pria berumur 67  tahun ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anton merasa sangat bersyukur terhadap pencapaiannya  saat ini dan tak pernah membayangkan bakal sesukses sekarang. Sebab,  saat mengawali usaha, dia hanya ingin hidupnya menjadi lebih baik.  Maklum, pria yang hanya mengenyam pendidikan sampai tingkatan sekolah  lanjutan tingkat pertama (SLTP) ini adalah perantau asal Kalimantan  Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lahir dan besar di Pontianak, Anton semula bekerja sebagai  pedagang ayam di pasar. Kedua orang tuanya berdagang bawang. Anak  pertama dari 11 bersaudara ini sadar bahwa kehidupan di kota yang kala  itu belum maju tidak akan membuatnya sukses. “Tahun 1971, saya diajak  saudara bekerja di pabrik kertas di daerah Kota, Jakarta,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bekerja  di pabrik kertas dengan upah minim memang membuat Anton tidak cukup  puas. Hingga, suatu kali, dia bertemu dengan kenalan yang mengajarkan  cara membuat kecap yang baik dan enak. Kebetulan, di dekat pabrik kertas  tersebut, ada pabrik kecap. Anton melihat pabrik itu sangat maju. Dia  punya keinginan untuk masuk ke bisnis kecap. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan modal awal  dari tabungan pribadi dan pinjaman saudara sebesar Rp 3.000, dia keluar  dari pabrik kertas dan memberanikan diri membuka usaha pembuatan kecap  pada tahun 1974. Anton membikin sendiri resep kecap. Awalnya, kapasitas  produksinya hanya 30 lusin botol ukuran 625 mililiter (ml) dalam sehari.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merek perdana yang dipakai Anton adalah Cabe Gunung dan Cap  Mangkok di bawah bendera usaha Sari Sedap. Ia mendistribusikan produk  ini sendiri dengan mengendarai sepeda, keliling Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski  tak langsung berkembang besar, bisnis kecap Anton cukup stabil. Tahun  1978, dia memindahkan usahanya ke Bekasi lantaran pabriknya di Kota akan  kena gusur. Berlokasi di pabrik baru ini, merek yang diproduksi Sari  Sedap makin beragam. Ada dua merek baru: Nasional dan Masa. Kapasitas  produksinya juga mulai naik menjadi 6.000–7.000 lusin botol ukuran 625  ml per bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anton mengungkapkan, titik awal geliat usahanya  justru terjadi sejak tahun 1997. Kala itu, kondisi ekonomi Tanah Air  sedang morat-marit. Banyak perusahaan kecap, baik skala besar maupun  kecil, gulung tikar. Akibatnya, banyak produk kecap yang hilang di  pasar. Padahal, kebutuhan akan penyedap masakan ini tetap ada, meski  krisis menghantam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Berkah datang justru saat musibah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di  tengah kondisi pasar seperti itu, Sari Sedap bisa tetap bertahan  lantaran memiliki jaringan bisnis yang kuat. Tak ayal, saat yang lain  susah, Sari Sedap justru kebanjiran pesanan. “Stok kecap untuk tiga  bulan ke depan sampai ludes dan saya harus menambah kapasitas produksi  serta para tenaga penjual,” beber Anton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal jaringan bisnis  yang kuat, Anton punya rahasia. Dia lebih mengejar penjualan dalam sisi  volume ketimbang margin. “Saya lebih memilih mendapat untung tiga dari  10 pembeli ketimbang untung tiga dari tiga pembeli,” katanya memberikan  gambaran. Menurutnya, bisnis akan lebih kuat berpijak jika besar pada  sisi volume.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak heran, harga jual produk kecap buatan Anton bisa  lebih miring hingga 60% ketimbang kompetitor. Meski harga lebih miring,  dia berani menantang kompetitor soal kualitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini,  kapasitas produksi Kecap Nasional mencapai 100.000 lusin botol ukuran  625 ml dan 30.000 lusin isi ulang (refill) per bulan. Pabrik Sari Sedap  di Bekasi yang seluas 15 hektare (ha) menyerap hingga 1.600 karyawan.  Hebatnya, sejak dua tahun lalu, produk Sari Sedap bahkan sudah diekspor  ke pasar mancanegara, seperti Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam,  dan Vancouver, Kanada, dengan merek Sari Sedap Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun  ini, Sari Sedap berencana meluncurkan produk kecap baru yang kelasnya  lebih premium. Anton menjanjikan, kualitas produk ini makin bagus. “Kami  ingin menyasar pasar ritel,” ungkapnya.&amp;nbsp;    (sumber: kontan)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8225834574549921184-3613417231484929775?l=www.kotakide.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kotakide.com/feeds/3613417231484929775/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kotakide.com/2011/04/kecap-nasional-bermodal-awal-3-ribu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8225834574549921184/posts/default/3613417231484929775'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8225834574549921184/posts/default/3613417231484929775'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kotakide.com/2011/04/kecap-nasional-bermodal-awal-3-ribu.html' title='Kecap Nasional Bermodal Awal 3 Ribu Rupiah'/><author><name>kotak ide</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00897328188652662212</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-DC0W9wJJ__E/TZxTYMk5WYI/AAAAAAAAABM/mlF9CqPF5Lo/s72-c/kecap+nasional.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8225834574549921184.post-7533012769625792472</id><published>2011-04-06T18:27:00.000+07:00</published><updated>2011-04-06T18:27:07.650+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='inovasi'/><title type='text'>Inovasi Kuliner : Opak Telo</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-iPZ7KqSEKWI/TZvpIvI2V-I/AAAAAAAAABI/WSR2G7UO0VU/s1600/opak+bolet.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://4.bp.blogspot.com/-iPZ7KqSEKWI/TZvpIvI2V-I/AAAAAAAAABI/WSR2G7UO0VU/s400/opak+bolet.JPG" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Industri kuliner kreatif makin bervariasi. kali ini saya tertarik dengan&amp;nbsp; telo yang dibikin menjadi opak. Namanya Opak Telo ungu.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kata telo dalam bahasa jawa memiliki beberapa makna yang berbeda. Telo jendral, atau telo kaspo adalah nama lain dari ketela pohon. Telo gantung adalah nama lain dari pepaya yang masih mentah, sedangkan yang sudah matang dinamakan kates. Sedangkan telo pendem, adalah ketela rambat atau sering disebut ubi jalar karena tumbuh dengan cara merambat di permukaan tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari penamaan makanan ubi-ubian ini, ternyata mampu menjadi primadona untuk oleh-oleh. Coba saja anda berwisata di daerah Malang maupun Mojokerto Jawa timur. Produk olahan telo ini bervariasi. Dari Getuk, Mie, Bakpia dan yang terakhir opak Telo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditangan orang-orang kreatif Telo yang kalau dijual mentahan hanya 500 rupiah perkilo itu kini kalau sudah menjadi opak per 150 Gr dijual 11 ribu rupiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran yang bisa dipetik dari usaha kreatif ini adalah , jangan pernah memandang remeh sesuatu yang ada di sekitar kita. carilah manfaat dari barang-barang yang ada, sehingga bisa menaikkan citra, harga dan&amp;nbsp; daya guna barang tersebut.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8225834574549921184-7533012769625792472?l=www.kotakide.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kotakide.com/feeds/7533012769625792472/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kotakide.com/2011/04/inovasi-kuliner-opak-telo.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8225834574549921184/posts/default/7533012769625792472'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8225834574549921184/posts/default/7533012769625792472'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kotakide.com/2011/04/inovasi-kuliner-opak-telo.html' title='Inovasi Kuliner : Opak Telo'/><author><name>kotak ide</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00897328188652662212</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-iPZ7KqSEKWI/TZvpIvI2V-I/AAAAAAAAABI/WSR2G7UO0VU/s72-c/opak+bolet.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8225834574549921184.post-8514916213396927537</id><published>2011-03-27T21:31:00.000+07:00</published><updated>2011-03-27T21:31:24.776+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ide gila'/><title type='text'>Salingsapa: Jejaring Sosial beraroma Surga</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-PeRIs92-Dfw/TY9KEXPq-sI/AAAAAAAAAAs/OiYqU_INYnw/s1600/saling+sapa.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-PeRIs92-Dfw/TY9KEXPq-sI/AAAAAAAAAAs/OiYqU_INYnw/s1600/saling+sapa.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Makin banyak saja pilihan situs jejaring sosial di dunia maya, baik yang dibikin orang luar negeri maupun yang bikinan dalam negeri. Saya ingin memperkenalkan satu situs jejaring sosial yang bikinan anak bansa, namun punya fitur agak beda dari biasanya, namanya salingsapa.com.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Muhamad Yahya Harlan (13) adalah nama bocah pencipta situs Salingsapa.com, situs ala Facebook namun berkarakter Indonesia. dia adalah Siswa kelas 7A (1 SMP) Sekolah Alam Bandung, Jawa Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya, kata Yahya, ia tergerak ingin membuat jejaring sosial yang hampir sama dengan Facebook (FB) yang berbahasa Indonesia. Kemudian, hanya dalam kurun waktu satu bulan, terciptalah Salingsapa.com. Dalam waktu yang cukup singkat tersebut, Yahya membuat situs jejaring sosialnya penuh fitur yang agak&amp;nbsp; berbeda dengan FB. Yahya Yakin mampu melebihi kehebatan FB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak sulung dari pasangan Yan Harlan (45) dan Fidriana (37) ini pun mulai&amp;nbsp; merancang fitur-fitur di jejaring sosial yang akan dibuatnya itu. Dibantu sang ayah yang juga hobi main komputer, Yahya meminta ide-ide fitur yang akan dibuatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menarik dari salingsapa.com ini adalah banyaknya fitur islami yang dipasang, ada Al-Quran Online, Radio salingsapa, ceramah agama, serta fitur lainnya yang biasa di pasang di situs jejaring sosial diantaranya video, foto, group dan acara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jejaring sosial ini rata rata perharinya dikunjungi seribu akun,&amp;nbsp; walau masih kecil jumlah pengunjungnya, namun kedepan jejaring sosial ini punya prospek yang menjanjikan, karena punya nilai yang lebih. Semoga.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8225834574549921184-8514916213396927537?l=www.kotakide.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kotakide.com/feeds/8514916213396927537/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kotakide.com/2011/03/salingsapa-jejaring-sosial-beraroma.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8225834574549921184/posts/default/8514916213396927537'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8225834574549921184/posts/default/8514916213396927537'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kotakide.com/2011/03/salingsapa-jejaring-sosial-beraroma.html' title='Salingsapa: Jejaring Sosial beraroma Surga'/><author><name>kotak ide</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00897328188652662212</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-PeRIs92-Dfw/TY9KEXPq-sI/AAAAAAAAAAs/OiYqU_INYnw/s72-c/saling+sapa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8225834574549921184.post-4545818722199486693</id><published>2011-03-25T19:05:00.000+07:00</published><updated>2011-03-25T19:05:10.933+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ide gila'/><title type='text'>Telur Painting</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh3.googleusercontent.com/-rkNFSsZaK1I/TYyEsEvWszI/AAAAAAAAAAo/U7h5AWQSsh0/s1600/joana.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://lh3.googleusercontent.com/-rkNFSsZaK1I/TYyEsEvWszI/AAAAAAAAAAo/U7h5AWQSsh0/s1600/joana.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Walaupun Umurnya masih 15 tahun, Joana Bernice mempunyai bakat dalam corat-coret&amp;nbsp; dalam media yang cukup langka, yakni kulit telur. Hasilnya, ratusan kreasi unik telur hias dalam berbagai bentuk telah melalang buana hingga beberapa daerah.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Joana sendiri mengaku, awalnya tak menyangka jika kreativitasnya bisa bernilai jual. “Sejak kecil saya memang suka corat-corat. Sayang medianya salah, seperti menggambar di tembok kamar,” cetus siswi kelas 1 SMA Frateran Surabaya ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di kutip dari harian Surya, Awalnya aksi itu membuat orang tuanya sedikit marah. Tetapi, sang ibu yakni Monica Harijati Hariboentoro, kemudian melihat ada bakat yang tersembunyi dalam diri putrinya. Sayang jika bakat itu hanya tersalurkan melalui media yang tak berarti. Sebagai perajin clay, naluri ibunya pun muncul, dan terus mendorong Joana untuk mencoba menggambar di media kulit telur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Itu terjadi sekitar dua tahun lalu. Memang semula agak kaku ketika harus menggambar di kulit telur. Beberapa butir bahkan harus terbuang sia-sia demi aksi coba-coba saya,” papar Joana, warga Kawasan Darmo Indah ini, Kamis (17/3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dipilihnya kulit telur, selain barang itu mudah didapat, juga bentuknya yang unik dan cukup kuat untuk dilukis. Ketika tak menemukan kulit telur yang harus dibuang, Joana terpaksa harus mengambil telur yang masih utuh dan mengeluarkan isinya dengan melubangi terlebih dulu dengan paku atau peniti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk alat tulis, ia memilih spidol, tinta batik, atau glass painting, sesuai kebutuhan. Begitu bisa menghasilkan satu telur hias, ia cukup senang meski butuh menyelesaikan selama sehari penuh. Maklum, ia harus membagi waktu antara sekolah, belajar, dan melukis telur. “Kalau sudah demikian, mama yang meneruskan,” ucapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa produknya berhasil dibuat, ia mencoba menawarkan ke teman-teman di sekolah. Ternyata banyak yang menyukai telur hias buatan Joana. Maklum, ia memilih gambar-gambar yang banyak disukai kalangan remaja, seperti gambar animasi, tokoh-tokoh komik, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi kreasi itu ia wujudkan dalam banyak bentuk, dengan tetap berbahan kulit telur, seperti hiasan meja, gantungan, kulit telur yang dibelah dan diisi boneka clay. “Ide-ide banyak dari saya sendiri, terkadang ada juga masukan juga dari mama,” ungkap putri bungsu dari dua bersaudara ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski produknya sudah dipesan dari pembeli di Surabaya, Malang, Bali, hingga Jakarta, toh Joana tak menargetkan bisa menghasilkan berapa piece dalam sehari. Pasalnya, ia masih menomorsatukan sekolah. “Paling tidak ada 1-2 piece bisa terselesaikan dalam satu hari. Ini saya lakukan selepas sekolah,” tutur Joana, yang menjual produknya mulai Rp 15.000 per piece itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan sudah adanya permintaan dari konsumen, hingga kini Joana belum berminat untuk mengangkat karyawan. Alasannya, pekerjaan itu membutuhkan bakat serta ketelatenan. Apalagi ia melakukan hal itu untuk mengasah bakatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sebagai orang tua, saya selalu mendukung dan membina dia agar kreasinya terus berkembang. Setiap ada pameran, saya sering mengajak Joana agar kian mengerti dalam menjalani usaha yang sebenarnya,” jelas sang ibu, Monica.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8225834574549921184-4545818722199486693?l=www.kotakide.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kotakide.com/feeds/4545818722199486693/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kotakide.com/2011/03/telur-painting.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8225834574549921184/posts/default/4545818722199486693'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8225834574549921184/posts/default/4545818722199486693'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kotakide.com/2011/03/telur-painting.html' title='Telur Painting'/><author><name>kotak ide</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00897328188652662212</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='https://lh3.googleusercontent.com/-rkNFSsZaK1I/TYyEsEvWszI/AAAAAAAAAAo/U7h5AWQSsh0/s72-c/joana.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8225834574549921184.post-855077108746242639</id><published>2011-03-19T11:33:00.000+07:00</published><updated>2011-03-19T11:33:46.147+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ide gila'/><title type='text'>Ayam Laut</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh5.googleusercontent.com/-nUfPRvJbIk0/TYQx0x9x6SI/AAAAAAAAAl0/6pBIQ_IgtUg/s1600/ikan+bakar.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="https://lh5.googleusercontent.com/-nUfPRvJbIk0/TYQx0x9x6SI/AAAAAAAAAl0/6pBIQ_IgtUg/s320/ikan+bakar.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Papan nama warung lesehan di jalan Kalimantan 160 Gresik Kota Baru (GKB) Gresik ini memang rada membingungkan yang baca. Tulisannya pun mencolok "Ikan Bakar Ayam Laut".&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Saya Yakin tulisan yang dibikin ini adalah bukan salah tulis, namun kesengajaan pemilik warung lesehan yang bersebelahan dengan warnet. Ya tujuannya memang satu, agar sipembaca penasaran dan mau mampir untuk mencicipi hidangan yang disediakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita mampir di warung lesehan ini memang desainnya beda, dominasi warga merah di dinding membuat warung ini semakin berkesan bahwa yang dijual memang serba bakar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin si pemilik warung ini terinspirasi dengan gaya warung-warung di Jogjakarta dengan menu yang di tulis dengan kata-kata aneh. semoga usaha model pemasaran dengan kata-kata unik mengena dan mampu mendongkrak pendapatan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8225834574549921184-855077108746242639?l=www.kotakide.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kotakide.com/feeds/855077108746242639/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kotakide.com/2011/03/ayam-laut.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8225834574549921184/posts/default/855077108746242639'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8225834574549921184/posts/default/855077108746242639'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kotakide.com/2011/03/ayam-laut.html' title='Ayam Laut'/><author><name>Gresik Images</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14668073729527131776</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='https://lh5.googleusercontent.com/-nUfPRvJbIk0/TYQx0x9x6SI/AAAAAAAAAl0/6pBIQ_IgtUg/s72-c/ikan+bakar.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8225834574549921184.post-4219915579326104540</id><published>2011-03-04T16:16:00.001+07:00</published><updated>2011-03-19T13:22:52.084+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ide gila'/><title type='text'>Akun FB Yang kini jadi Industri</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-D__EoT6Oy9E/TVfrYypb65I/AAAAAAAAAkk/Gte6kNMawYk/s1600/gresik_sumpek_band.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://2.bp.blogspot.com/-D__EoT6Oy9E/TVfrYypb65I/AAAAAAAAAkk/Gte6kNMawYk/s320/gresik_sumpek_band.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Akun Facebook ternyata mampu merubah seseorang menjadi seorang interpreneur. seperti yang terjadi pada akun Gresik Sumpek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gresik Sumpek adalah akun seorang warga Gresik yang muncul saat Pemilukada Gresik 2010. akun ini selalu menulis pada dindingnya tentang harapan perubahan Gresik. Dan benar, perubahan yang didorong lewat akun ini terjadi. Kepemimpinan bupati Robbach Maksum berganti Sambari Halim Radianto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berjalannya waktu, akun ini semakin dikenal oleh warga resik dengan munculnya mercandise seperti kaos, pin dan stiker berlogo Gresik Sumpek on Fecebook&lt;br /&gt;Untuk melihat berita lain tentang Gresik sumpek ini silahkan &lt;a href="http://www.kabargresik.com/2011/02/jambore-gresik-sumpek-ikon-baru-gresik.html"&gt;klik&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8225834574549921184-4219915579326104540?l=www.kotakide.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kotakide.com/feeds/4219915579326104540/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kotakide.com/2011/03/akun-fb-yang-kini-jadi-industri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8225834574549921184/posts/default/4219915579326104540'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8225834574549921184/posts/default/4219915579326104540'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kotakide.com/2011/03/akun-fb-yang-kini-jadi-industri.html' title='Akun FB Yang kini jadi Industri'/><author><name>kotak ide</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00897328188652662212</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-D__EoT6Oy9E/TVfrYypb65I/AAAAAAAAAkk/Gte6kNMawYk/s72-c/gresik_sumpek_band.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8225834574549921184.post-2881279417256438909</id><published>2010-12-01T19:48:00.000+07:00</published><updated>2010-12-01T19:48:44.186+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='zero'/><title type='text'>Mengawali, Memang Susah</title><content type='html'>Susah memang mengawali sesuatu, saat saya membuat usaha sekolah ICON, banyak rintangan, baik masalah pendanaan, dukungan infrastruktur, maupun dukungan lingkungan. Tapi dengan Modal utama &lt;b&gt;&lt;u&gt;Semangat&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;. akhirnya ICON mampu bertahan Hingga kini (10 tahun).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita Sukses sekolah Icon memang tidak didapat dengan mudah. Saya saat memberanikan diri untuk pulang kampung&amp;nbsp; di Sidayu Gresik (awalnya di Jakarta) merasa berat sekali, apa mungkin saya mampu bertahan di kampung yang kehidupannya sangat monoton, statis dan Suka Copas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas dukungan Istri yang selalu menguatkan keteguhan hati, saya mulai dengan usaha jualan peralatan tulis dor to dor ke toko - toko kecil di sekitar daerah Gresik dan Lamongan. Namun usaha ini hanya berumur jangung, hanya mampu bertahan dua bulan. Kegagalan usaha alat tulis ini tak lepas dari persaingan yang kuat dengan pruduk bajakan, baik dari dalam negeri maupun pruduk dari Cina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya saat itu bersikukuh untuk menjual produk asli, namun pasar tidak mempedulikan keaslian produk, "yang penting merk nya sama" ujar pembeli saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gagal usaha alat tulis, uang yang tersisa akhirnya aku buat untuk membuat brosur kursus bahasa Inggris yang akhirnya bernama sekolah ICON.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat saya membuat lembaga kursus atau lebih tepatnya bimbingan belajar ICON, sebenarnya lembaga yang sama sudah ada duluan dengan dua lembaga. saat itu saya Yakin, kalau membuat lembaga yang sama jelas tidak laku, logikanya, pertama, aku pendatang baru yang belum teruji, kedua aku tidak banyak dikenal warga sekitar soal mengelolah pendidikan, dan ketiga, modal yang aku&amp;nbsp; punya tidak mampu untuk melakukan jurus hantam tembok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka untuk mensiasatinya aku akhirnya merubah metode pembelajarannya. Kalau lembaga Kursus yang ada melakukan pembelajaran di kelas, maka aku Modifikasi pembelajaran anak langsung dengan alam sekitar. sehingga mengirit anggaran untuk sewa tempat. Selain itu, mereka yang mengikuti program di ICON diwajibkan tidak membawa buku, sehingga mereka tidak terbebani pelajaran, "kami ingin memberikan pelajaran bahasa Inggris tanpa mereka terbebani"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasilnya, hanya dengan modal 300 ribu rupiah untuk membuat brosur, sekarang siswa yang mengikuti program pembelajaran Bahasa Inggis dan Matematika di ICON 80 anak. Dan untuk Tahun depan (2011) sudah ada 5 anak yang masuk daftar tunggu untuk mengikuti program kami.&lt;br /&gt;Inti dari mengawali usaha, adalah komitmen terhadap ide yang digagas mulai awal dan terus melakukan evaluasi serta modifikasi, ciptkan sesuatu yang orang lain susah untuk meniru. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhmad Sutikhon&lt;br /&gt;Owner Sekolah ICON Sidayu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8225834574549921184-2881279417256438909?l=www.kotakide.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kotakide.com/feeds/2881279417256438909/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kotakide.com/2010/12/mengawali-memang-susah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8225834574549921184/posts/default/2881279417256438909'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8225834574549921184/posts/default/2881279417256438909'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kotakide.com/2010/12/mengawali-memang-susah.html' title='Mengawali, Memang Susah'/><author><name>kotak ide</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00897328188652662212</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
